Jujur, takut :v

/
0 Comments

Judulnya absurt banget kan? Iya, jujur takut nan heran kok masih ada yang baca tulisan-tulisan gak jelasku disini hahaha. Ya wajar kok, kan aku juga nulisnya di blog yang yaaahh, halayak umum orang lain pasti juga bisa akses. Cuma masih teteup heran aja, duapuluhan views di tulisan sebelumnya tuh in this era? Berarti masih ada yang suka buka blogger? Wow aja sih :v.

But anyway, update kehidupan per Oktober 2026. 4 bulan setelah tulisan pertama setelah 9 tahun dianggurin ini blog. Job? Still in the same place, masih dalam kondisi LPK dalam proses menunggu turun izin (sumpil lama pol karena PMA), masih juga ngisi-ngisi workshop ecoprint kalau weekend. Hmm apalagi yak, oh aku mulai menjauh (lagi) sama teman-teman SMA-ku dulu. Setelah K menjauh duluan, akhirnya aku ikut juga ngejauh :v. Aku jadi sedikit paham, kenapa K jauhin kami dulu (ya selain karena aku juga yang terlalu "nyembur" ke dia yang berlarut sedihnya gara2 ditinggal nikah lakik). Energi yang dulunya masih sama, mungkin lama kelamaan berubah dan akhirnya gak selaras lagi. Dan lagi aku jadi keinget kata-kata ex, geng ini kalo satu orang gak ikut, yang gak ikut itu jadi bahan omongan. Kayak, ya yang dibahas itu orang lain. Manusiawi, tapi kayaknya kalau dari aku sudah cukup hal begituan. Pemicunya menjauh? Hmmm, simple, karena ngerasanya cuma jadi "tambahan" aja kalo kumpul. If one of you see this post, jangan lupa dibahas yah bacaan ini di grup kalo lagi kumpul :p. Daripada aku maksa buat paham dan berbaur (yang mana emang dari kita lulus SMA vibes itu udah berasa, ketambahan lagi pas 2016, hahaha, pahit banget), sebaiknya saya pamit undur diri dari kalian (lagi). Kan ada pula yang bilang: gak semua hal itu cup of tea-nya orang and I guess I’m not everyone’s cup of tea either. Wajar kok, lagian capek juga tau semua masalah orang, punya hidup sendiri aja udah capek.

Pasti akan ada pertanyaan selanjutnya: emang gak takut nanti kalau ada apa-apa jadi gak bisa cerita/ minta bantuan ke mereka? Semenjak ditinggal sama ex, ya jadi paham sih, apa-apa ya memang harus diusahakan diri sendiri, tapi diiringi mengingat Allah. Jujur emang jadi agak "sok" religius semenjak kejadian itu, tapi bawaannya jadi "tenang". Ya, tetep ada deg-degannya juga, secara ada bocil yang harus dihidupi dan pasti perubahan akan terjadi. Tapi, pernah nemu satu kalimat dari sahabat Rasullah, Ali bin Abi Thalib:

"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia."

 Beuh.. Terus diikuti sama satu ayat dari QS Ar-Ra'd ayat 28:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Udahlah, balik ke Allah yuk, gaes. Dunia juga udah carut marut gini, mending balik ibadah. 



You may also like

No comments: